Kantor Kepala Desa Jembungan

Yang beralamatkan di Dukuh Jetak

Sholat Ied 1436 H di Desa jembungan

Sholat ied di laksanakan di lapangan Bima Sakti Desa jembungan

Gedung Serba Guna Milik Pemerintah Desa Jembungan

Gedung Serba Guna yang terletak di sebelah SMAN 1 Banyudono

SMA Negeri 1 Banyodono

SMA 1 Banyudono yang sudah 23 tahun memberikan ilmu bagi generasi penerus

Peternak bebek yang sedang angon

Pemandangan yang masih sering di jumpai di desa Jembungan

Rabu, 31 Agustus 2016

Pentingnya Media Audio Visual Dalam Pengembangan Kawasan Perdesaan Agropolitan

Kawasan Perdesaan memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Bukan hanya dikarenakan sebagian besar rakyat Indonesia bertempat tinggal di perdesaan, tetapi kawasan perdesaan memberikan sumbangan besar dalam menciptakan stabilitas nasional. Pembangunan kawasan perdesaan merupakan bagian dari rangkaian pembangunan nasional yang merupakan rangkaian upaya pembangunan secara berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Pembangunan kawasan perdesaan dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di kawasan perdesaan melalui pendekatan pembangunan partisipatif. Pembangunan kawasan perdesaan tidak terlepas dari kapasitas masyarakat itu sendiri.
Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat pasti akan berdampak pada kawasan itu sendiri. Kapasitas dalam konteks ini adalah penguasaan pengetahuan dan informasi maupun keterampilan menerapkan instrumen kebijakan dan program untuk menjalankan fungsi-fungsinya secara efektif dan efisien.
Salah satu cara dalam upaya pengembangan kawasan perdesaan adalah dengan malakukan upaya sosialisasi dengan menggunakan sarana audio visual. Mengapa audio visual? Menurut (Harmawan, 2007) bahwa “Media Audio Visual adalah Media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi) meliputi media yang dapat dilihat dan didengar)”.
Melihat betapa pentingnya media pembelajaran audio visual dalam pengembangan kawasan perdesaan, maka penulis angkat dalam proyek perubahan yang telah dijalani. Selain itu penggarapan ini sesuai dengan tupoksi Subdit Penyiapan Media dan Pembelajaran. Audio visual yang penulis garap berjenis Film dokumenter. Kegiatan produksi Film Dokumenter tentang pengembangan Kawasan Perdesaan dengan kategori Kawasan Agropolitan yang terletak di kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
Dipilihnya kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang tidak terlepas dari keberhasilan kawasan tersebut keluar dari ketertinggalan. Keberhasilan ini ditopang oleh 4 desa yang memberikan sumbangan besar dalam hal pengembangan pertanian.
Setidaknya ada 5 alasan dipilihnya kawasan tersebut sebagai sample dalam pembuatan film documenter kawasan perdesaan agropolitan; Kawasan keempat desa tersebut dipilih karena memiliki potensi pertanian yang beragam dan kerjasama antar desa di kawasan tersebut telah terjalin.
Dengan keberagaman tersebut, mampu menunjang poncokusumo sebagai kawasan agropolitan 10 tahun sebelumnya ke empat desa tersebut awalnya merupakan desa yang sangat tertinggal, desa-desa tersebut masih menerima bantuan dan pendampingan dari program IDT (Inpres Daerah Tertinggal).
Setelah akses 4 jalan dibuka berkat bantuan dari pemerintah, desa-desa tersebut mulai berkembang dan mampu menjadi menjadi penyangga kecamatan Poncokusumo dalam kategori kawasan agropolitan; Untuk aktivitas perekonomin, pasar terdekat terletak di Kecamatan Poncokusumo. Sehingga hasil bumi dan lainnya dari ke empat desa tersebut di pasarkan di pasar kecamatan;
Di keempat desa tersebut banyak ditemui homestay yang dimiliki dan dikelola oleh penduduk setempat. Homestay tersebut banyak berdiri karena selain potensi agropolitan, namun juga banyak terdapat agrowisata seperti agrowisata apel, dan lain-lain.
Dalam penggarapan film dokumenter tentang kawasan perdesaan yang merupakan program proyek perubahan, melibatkan pihak internal dan eksternal. Untuk pihak internal, diantaranya Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas, Pejabat Pembuat Komitemen, Kasi Pembelajaran pada Subdit Penyiapan Media dan Pembelajaran, staf PNS yang ada, Tenaga Ahli dan Asisten Tenaga Ahli.
Sedangkan untuk pihak eksternal melibatkan Pihak ketiga selaku tim kreatif, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Malang, Camat Poncokusumo, Kepala desa Ngadirekso, Sumberejo, Pandansari dan desa Dawuhan, serta petani setempat.
Dengan banyaknya pihak terlibat ini merupakan bagian untuk mendapatkan film dokumenter yang maksimal, sehingga akan menjadi barometer pembuatan film dokumenter tentang kawasan yang lain.
Adanya film dokumenter tentang kawasan agropolitan ini, diharapkan dapat menunjang kinerja para pendamping perdesaan, aparat pemerintah desa dan pihak terkait dalam upaya mengembangkan kawasan perdesaan serta menjadi inspirasi bagi kawasan perdesaan di daerah lain.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Pengembangan kawasan agropolitan menjadi sangat penting dalam kontek pengembangan wilayah mengingat : Kawasan dan sektor yang dikembangkan sesuai dengan keunikan local, pengembangan kawasan agropolitan dapat meningkatkan pemerataan mengingat sektor yang dipilih merupakan basis aktifitas masyarakat, keberlanjutan dari pengembangan kawasan dan sektor menjadi lebih pasti mengingat sektor yang dipilih mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif dibandingkan dengan sektor lainnya.
Selanjutnya, memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai hal yang terkait dengan pembangunan kawasan perdesaan Agropolitan secara lebih efisien dan efektif. Hal penting lainnya adalah menjadi inspirasi bagi kawasan perdesaan yang sedang mengembangkan sektor agropolitan.
Mengingat, akan pentingnya audio visual dalam bentuk film dokumenter ini, maka kedepan perlu dikembangan dan memperbanyak konten-konten media pembelajaran dalam bentuk audio visual, sehingga masyarakat lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan.
Selain itu, perlu adanya sosialisasi terhadap hasil proyek perubahan ini kepada masyarakat luas, sehingga proyek ini tidak hanya sebatas film, serta dapat dirasakan fungsinya bagi semua kalangan.

Oleh: Dr. Sa’dullah, M.Ag *
*(Kasubdit Penyiapan Media dan Pembelajaran.  Direktorat Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas. Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan.  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi)

Rabu, 23 September 2015

Penyembelihan hewan qurban

Proses pengulitan hewan qorban
Setelah ibadah sholat idul adha seluruh umat islam disunahkan melaksanakan penyembelihan hewan qurban,tak terkecuali masyarakat desa Jembungan bergotong royong saling membantu dalam penyembelihan,penimbangan, sampai pendistribusian daging hewan qurban untuk seluruh warga desa Jembungan.
Berikut Daftar jumlah hewan qurban di desa Jembungan :

No.
Nama Masjid
Jumlah Sapi
Jumlah Kambing
1
Istiqomah Gedong
2
3
2
Ar Rohim Jembungan
2
5
3
Al Huda Bantulan
2
4
4
Rodhotul Jannah
2
2
5
At Taqwa Majegan
1
3




Sholat Idul adha 1436 H di Jembungan

Khotib sholat Ied asal klaten
Pelaksanaan Sholat idul adha 1436 Hijriah di Desa Jembungan berlokasi di Lapangan bimasakti desa jembungan pada hari Kamis 24 September 2015. Untuk waktu dimulainya sholat idul adha berbeda dengan sholat idul fitri selisih 30 menit, dikarenakan setelah sholat idul adha akan diadakannya penyembelihan hewan qorban.


Walaupun terjadi perbedaan waktu ditetapkannya 10 dulhijah di Indonesia Sekitar 1000 jemaah baik dari warga jembungan maupun luar desa memadati tanah lapang untuk melakukan sholat sunah ied dengan khusuk yang dipimpin oleh Imam yaitu Bapak Ngatimo dari dukuh Jembungan.
Untuk jumlah uang infak sholat idul adha yang dihitung oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa jembungan sebanyak Rp. 4.947.000,-

Foto-foto Sholat Idul Adha 1436 H / 2015 Di Desa Jembungan :
 





Senin, 07 September 2015

Upacara Bendera 17 Agustus 2015

Paskibraka
Upacara penaikan dan penurunan  bendera 17 Agustus 2015 sukses di gelar di lapangan  bimasakti desa Jembungan. Seluruh aspek pemerintahan,pendidikan,kesehatan dengan khitmat mengikuti upacara bendera, serta penampilan dari grup paskibraka yang menawan menjadikan upacara sangat menggairahkan.


Grup paskibraka berjalan lancar setelah menjalani 10 hari latihan, terik matahari, lelah, keringat terbayar karena bisa menjalankan tugas dengan baik. Suatu kebanggaan tersendiri bagi siswa siswi yang terpilih sebagai paskibraka tingkat kecamatan banyudono.

MERDEKA!!!

Malam Tirakatan

Malam Tirakatan Desa Jembungan
Pada tanggal 16 Agustus 2015 diselenggarakan malam tirakatan yang sekaligus malam puncak dari rangkaian kegiatan HUT RI ke-70 desa jembungan. Pada acara ini dihadiri oleh Bapak lurah Sadiman, Perwakilan dari Kapolsek Boyolali Bp.Rewang dan seluruh warga dukuh jembungan. Pada rangkaian acara yang paling ditunggu adalah pembagian hadiah dari lomba-lomba yang sebelumnya telah dilaksanakan.

"Dirgahayu kemerdekaan RI yang ke 70, selamat berjuang, selamat mengisi kemerdekaan dan Ayo Kerja! Merdeka… merdeka … merdeka !!" begitu seru dari ketua pelaksana (Ragil Wahyu S.) pada pidato sambutan.